Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Ayub 31: 4
Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?

Nats 2: Ibrani 4: 13
Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Bacaan Alkitab: Lukas 19: 37-40; Kolose 3: 12-17; Mazmur 108

Tak Ada Yang Terselubung Dihadapan Allah

Kehidupan yang dijalani oleh manusia, ibarat suatu skenario yang disusun dengan indah oleh Tuhan. Kita adalah pelakon skenario itu dan Tuhan sebagai “Sutradara” yang memimpin, mengatur, mengarahkan, mengontrol dan turut berperan dalam kehidupan manusia. Ia menjadi sosok yang mengerti dan mengetahui seluk-beluk kehidupan manusia. Namun tanpa disadari, acapkali manusia beranggapan bahwa kesalahan yang dilakukan “tidak terlihat” dihadapan Tuhan, sebab Ia tidak segera bertindak memberi hukuman dan akhirnya manusia cenderung melakukan kesalahan untuk menutupi kesalahan sebelumnya.

Firman Tuhan saat ini merupakan suatu gambaran yang nyata bahwa Tuhan menjadi sosok yang bertakhta di tempat yang Mahatinggi dan dari takhtaNya, Ia mengamati jalan kehidupan setiap manusia, Ia mengetahui apa yang dilakukan manusia sehingga tidak ada satupun yang dapat disembunyikan dari hadapan Tuhan. Pengakuan ini muncul dari pengalaman Ayub sendiri. Bagi Ayub tidak ada yang tidak dapat dilihat, didengar, ataupun diketahui oleh Allah. Allah juga memperhitungkan dengan tepat segala resiko atau dampak dari segala hal yang dikerjakan oleh manusia. Firman Tuhan saat ini juga memperingatkan kita, bahwa kelak manusia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan dihadapan Tuhan sebagai Hakim Yang Adil tanpa ada kompromi!

Ada istilah yang sering digunakan yaitu”Api sekalipun disembunyikan, namun asapnya tetap terlihat”. Kalimat ini tepat untuk menggambarkan betapa kecilnya manusia dihadapan Tuhan dan betapa berkuasanya Tuhan atas seluruh kehidupan manusia. Ia yang menciptakan, Ia yang memimpin, Ia yang memberkati dan kelak Ia juga yang meminta pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang telah kita lakukan. Karena itu Penulis Ibrani mengingatkan kita bahwa setiap hal yang kita putuskan pasti akan mendatangkan konsekuensi bagi kita. Pertanyaan untuk kita renungkan lebih jauh adalah siapkah kita menghadap Tuhan dan mempertanggungjawabkan segala yang telah dilakukan selama kita hidup di dunia? Sebab tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari hadapan Tuhan.

Doa : Ya Tuhan, ingatkan kami untuk melakukan hal yang dapat kami pertanggungjawabkan dengan benar di hadapanMu kelak. Amin.
kamis, 14 May 2019 | Oleh: FAO