Sinode
GKPB
NEWS
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 4422726 / 4425117 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
UNIVERSITAS DHYANA PURA RESMI MASUK KLASTER UTAMA SINTA 2025, TEGUHKAN POSISI SEBAGAI PERGURUAN TINGGI BERDAYA SAING TINGGI NASIONAL

“Universitas Dhyana Pura (Undhira) saat ini telah resmi masuk dalam Klaster Utama dalam klasterisasi perguruan tinggi berbasis SINTA, yang menempatkannya satu tingkat di bawah Klaster Mandiri dan di atas klaster Madya, Pratama, maupun Binaan sebagai kelompok perguruan tinggi dengan kinerja penelitian dan pengabdian yang sudah tinggi secara nasional; status Klaster Utama ini menunjukkan bahwa Undhira memiliki produktivitas riset, publikasi, dan kegiatan pengabdian yang kuat serta didukung akreditasi institusi dan skor SINTA afiliasi yang kompetitif, sehingga diakui sebagai bagian dari jajaran perguruan tinggi berdaya saing yang berperan sebagai lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat”

Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang kian diperhitungkan di tingkat nasional. Pada pemeringkatan SINTA (Science and Technology Index) tahun 2025, UNDHIRA tercatat berada pada peringkat 278 dari 5.487 institusi yang terdaftar untuk kategori SINTA Rank 3 Tahun (3Yr). Capaian ini menandai penguatan signifikan kinerja riset dan publikasi dalam tiga tahun terakhir, sekaligus menunjukkan konsistensi transformasi akademik yang tengah dijalankan universitas (Sinta Kemendiktisaintek)

Di tingkat nasional, posisi UNDHIRA semakin kokoh dengan masuknya universitas ini ke dalam klaster utama (main cluster) dan menempati posisi 117 dari pada kelompok perguruan tinggi akademik di Indonesia berdasarkan pengumuman resmi klasterisasi tahun 2025. Status klaster utama menempatkan UNDHIRA sejajar dengan berbagai perguruan tinggi mapan lain di Tanah Air, dan menjadi pengakuan resmi atas capaian berkelanjutan di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan.

Secara kuantitatif, kinerja UNDHIRA dalam indeks SINTA 2025 tercermin dari raihan SINTA Score Overall yang berada di kisaran 77.649 poin. Angka ini menggambarkan akumulasi produktivitas publikasi, penelitian, kekayaan intelektual, dan kinerja kelembagaan dalam horizon waktu yang lebih panjang. Sementara itu, SINTA Score 3 Tahun mencapai 40.099, menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir terjadi percepatan kontribusi akademik yang cukup kuat, baik melalui artikel ilmiah, kolaborasi riset, maupun aktivitas diseminasi ilmu pengetahuan lainnya.

Peringkat SINTA: Dari Angka Menjadi Narasi Kinerja
Di balik sederet angka SINTA tersebut, terdapat narasi panjang kerja kolektif sivitas akademika UNDHIRA. Peringkat 278 dari 5.487 institusi dalam SINTA Rank 3Yr mencerminkan bahwa universitas ini berada pada kelompok atas institusi dengan produktivitas riset yang terukur dan berkesinambungan di Indonesia. Kategori 3 tahun dipandang sebagai indikator yang cukup sensitif untuk membaca dinamika aktual, karena mengukur performa mutakhir, bukan semata akumulasi historis.

Posisi 117 di antara seluruh perguruan tinggi akademik yang masuk klaster utama nasional menjadi penanda bahwa UNDHIRA telah melampaui fase sebagai kampus yang sekadar tumbuh, dan mulai memasuki fase konsolidasi mutu. Dalam banyak diskursus kebijakan pendidikan tinggi, klaster utama seringkali dilekatkan dengan institusi yang memiliki ekosistem riset relatif mapan: dosen dengan rekam jejak publikasi yang stabil, keberadaan jurnal terakreditasi, serta budaya akademik yang mendorong dosen dan mahasiswa aktif menulis dan meneliti.

Di level internal, capaian ini juga dapat dibaca sebagai validasi terhadap berbagai kebijakan strategis universitas dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari penguatan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, skema insentif publikasi, pendampingan penulisan artikel pada jurnal bereputasi, hingga penguatan jejaring kolaborasi dengan institusi riset lain di dalam dan luar negeri.

Profil Riset: 149 Dosen/Peneliti dan 20 Program Studi di SINTA
Salah satu indikator penting yang mendukung performa UNDHIRA di SINTA 2025 adalah basis sumber daya akademik yang produktif. Saat ini, UNDHIRA tercatat memiliki 149 penulis (authors) yang terindeks dan aktif berkontribusi dalam ekosistem SINTA. Angka ini mencerminkan tidak hanya jumlah dosen yang berkarya, tetapi juga meliputi jejaring kolaborator yang mempublikasikan karya ilmiah dengan afiliasi UNDHIRA.

Keterlibatan 20 departemen dalam SINTA menunjukkan bahwa aktivitas riset di UNDHIRA tidak terpusat hanya pada satu atau dua program studi unggulan, melainkan relatif tersebar dan lintas-disiplin. Dari rumpun ilmu kesehatan, pariwisata dan bisnis, pendidikan dan humaniora, hingga teknologi dan ilmu komputer, berbagai unit kerja akademik mengambil peran dalam mendorong angka publikasi, penelitian terdanai, dan pengembangan inovasi.

Ketersebaran departemen aktif inilah yang memberikan dasar bagi universitas untuk membangun kultur riset yang lebih inklusif. Dosen-dosen dari berbagai latar belakang keilmuan dapat bertemu dalam proyek lintasdisiplin, menggarap tema-tema yang relevan dengan isu lokal, nasional, maupun global seperti pariwisata berkelanjutan, kesehatan masyarakat, transformasi digital, dan pemberdayaan komunitas.

Jurnal Terakreditasi dan Penghargaan Produktivitas
Selain mengandalkan kontribusi penulis individu, UNDHIRA juga memperkuat posisinya melalui pengelolaan jurnal ilmiah yang terakreditasi. Keberadaan jurnal-jurnal ini tidak hanya menjadi wadah publikasi internal, tetapi juga ruang pertemuan gagasan para peneliti dari berbagai institusi. Dengan standar pengelolaan yang mengikuti regulasi nasional dan praktik baik internasional, jurnal terakreditasi turut menyumbang skor kelembagaan dalam SINTA.

Berbagai penghargaan atas produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diterima UNDHIRA dalam beberapa tahun terakhir menjadi cermin bahwa aktivitas riset di kampus ini tidak berhenti pada publikasi di atas kertas semata. Riset diarahkan untuk memberi dampak konkret: mulai dari model pemberdayaan masyarakat, inovasi pembelajaran, pengembangan produk kreatif, hingga rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah, dunia usaha, maupun komunitas lokal.

Pengakuan eksternal ini sekaligus memvalidasi bahwa strategi universitas untuk menyinergikan Tri Dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian berjalan pada jalur yang tepat. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam riset dosen, unit-unit kerja didorong mengemas program pengabdian yang berbasis bukti ilmiah, dan hasil riset kembali diperkaya melalui refleksi akademik di ruang kelas.

Posisi Kompetitif di Tengah Dinamika Nasional
Dalam peta persaingan perguruan tinggi Indonesia yang semakin kompleks, posisi UNDHIRA di SINTA 2025 menempatkan universitas ini pada kategori yang kompetitif, khususnya di segmen perguruan tinggi swasta yang relatif muda. Peringkat 278 dari 5.487 institusi dan klaster utama dengan posisi 117 secara nasional menunjukkan bahwa UNDHIRA mampu bersaing di tengah heterogenitas kapasitas dan sumber daya perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Dari perspektif strategi kelembagaan, capaian ini dapat menjadi modal penting untuk:
- Menguatkan daya tarik bagi calon mahasiswa, khususnya mereka yang mempertimbangkan reputasi riset dan kualitas akademik sebagai faktor utama dalam memilih kampus.
- Meningkatkan kepercayaan mitra eksternal mulai dari pemerintah, lembaga donor, dunia industri, hingga organisasi masyarakat sipil untuk membangun kerja sama riset dan pengabdian.
- Menegosiasikan posisi yang lebih strategis dalam jaringan nasional dan internasional, termasuk dalam konsorsium riset, program pertukaran akademik, maupun kolaborasi publikasi bersama. Bagi para dosen dan peneliti, angka-angka SINTA tersebut sekaligus menjadi cermin sekaligus pemacu. Cermin, karena menunjukan sejauh mana kontribusi individu dan unit telah terakumulasi menjadi capaian institusi. Pemacu, karena masih terbuka ruang yang lebar untuk meningkatkan kualitas dan dampak riset, baik melalui publikasi di jurnal bereputasi global, peningkatan sitasi, maupun inovasi-inovasi berbasis hak kekayaan intelektual.

Menatap Ke Depan: Dari Peringkat ke Penguatan Ekosistem
Meski peringkat SINTA 2025 memberikan legitimasi yang penting, UNDHIRA menempatkan capaian ini bukan sebagai garis akhir, melainkan sebagai titik tolak untuk penguatan ekosistem riset berikutnya. Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada menaikkan skor dan posisi di tabel peringkat, tetapi juga memperdalam kualitas, relevansi, dan keberlanjutan karya ilmiah.
Beberapa agenda strategis yang dapat dikaitkan dengan capaian SINTA ini antara lain:
- Pengembangan kelompok riset tematik yang fokus pada isu-isu unggulan, seperti pariwisata berkelanjutan Bali, kesehatan masyarakat tropis, transformasi digital UMKM, dan pendidikan inklusif.
- Penguatan kapasitas dosen muda melalui pendampingan penulisan artikel di jurnal bereputasi, pelatihan metodologi mutakhir, dan skema kolaborasi lintas perguruan tinggi.
- Integrasi yang lebih sistematis antara riset dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga luaran penelitian tidak hanya terhenti di jurnal, tetapi juga terimplementasi di lapangan.
- Pemanfaatan data SINTA secara berkala sebagai alat monitoring dan evaluasi internal, baik untuk tingkat program studi, fakultas, maupun universitas. Fondasi yang semakin kuat di SINTA 2025, Universitas Dhyana Pura menunjukkan bahwa perguruan tinggi yang relatif muda pun dapat melesat jika memiliki arah strategis yang jelas, kepemimpinan akademik yang kuat, dan budaya riset yang ditumbuhkan secara konsisten. Ke depan, tantangannya adalah menjaga momentum dan memastikan bahwa setiap lonjakan angka di indeks nasional benar-benar berkelindan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan kontribusi nyata bagi masyarakat (IGBRU)

Oleh:
Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., CIRR.
Rektor Universitas Dhyana Pura

 

Senin, 01 Dec 2025 | Oleh: admin sinode